Tip Aman Naik Pesawat Terbang

Img

Mungkin diantara teman-teman semua yang sering jalan-jalan naik pesawat terbang tentu sudah dijelaskan prosedur keselamatan. Pesawat terbang merupakan alat transportasi bernilai efisiensi cukup tinggi dalam memanfaatkan waktu. Coba bayangkan kalau saat ini tidak ada pesawat terbang. Ke manapun pergi, hanya ada pilihan Transportasi Darat dan Transportasi Laut. Tidak masalah kalau teman-teman hanya bepergian sejauh puluhan kilometer. Tapi bagaimana kalau teman-teman harus melakukan perjalanan lintas negara? Apakah teman-teman tetap akan memilih perjalanan melalui laut dengan waktu tempuh berminggu-minggu, sementara teman-teman dikejar waktu?

Berikut ini merupakan bentuk social responsibility dari seorang Travel Junkie Indonesia untuk mensosialisasikan tips aman naik pesawat terbang. Semoga hal ini menjadi kesadaran dan keselamatan bagi kita bersama.

Ketika take off dan landing sandaran kursi harus ditegakkan
Take Off dan Landing merupakan proses paling krusial dalam sebuah penerbangan, pada saat itu lah pesawat dalam kecepatan tinggi. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pilot perlu melakukan immediate action (tindakan segera), misalnya, membatalkan take off. nah, pada saat itu akan ada instruksi bagi penumpang untuk mengambil bent down (duduk dengan badan ditundukkan sambil memegang kaki), yang merupakan posisi paling aman untuk melindungi diri dari benturan. Bila kursi tidak dalam keadaan tegak, tentu akan sulit untuk melakukan tindakan bent down secepatnya. Selain itu, penumpang yang duduk di belakang anda, akan terkena sandaran kursi anda pada saat dia akan melakukan bent down

Ponsel harus dimatikan
Ponsel harus dimatikan sepanjang perjalanan, bukan hanya pada saat take off dan landing. ketika berada di ketinggian, tidak ada ponsel yang bisa berfungsi karena tidak ada sinyal yang sampai. Bila ponsel dinyalakan, sekalipun dibuat silent, meski tidak ada sinyal, ponsel akan terus mencari sinyal. Hal itu akan mengganggu sistem komunikasi yang ada di Cockpit, karena alat komunikasi pesawat sangatlah sensitif. Misalnya saat mesin komunikasi menyebut bahwa ketinggian pesawat adalah 2.000 kaki, tapi karena diganggu bunyi kresek-kresek akibat ponsel yang sedang mencari sinyal, maka bisa saja kedengarannya jadi 20.000 kaki, karena yang terdengar hanya angka 2 saja. Akibatnya, karena dianggap terlalu tinggi, maka pilot akan menurunkan ketinggian dan bisa-bisa pesawat menabrak gunung. Alat navigasi juga ikut terganggu sehingga petunjuk arah menjadi tidak akurat bahkan melenceng sama sekali. Meski hanya satu ponsel yang menyala, pencarian sinyal itu akan tetap mengganggu. Apalagi kalo semua ponsel milik penumpang menyala. Bukan mustahil petunjuk navigasi akan hilang beberapa detik dan itu sangat berbahaya dan bisa juga mengakibatkan alat navigasi mati total.

Penutup jendela harus dibuka
Penutup jendela harus dibuka agar penumpang juga ikut waspada, misalnya bila ada percikan api di sayap pesawat. Selain itu, penumpang juga bisa ikut melihat posisi pesawat apakah mendekati laut atau daratan saat akan melakukan pendaratan darurat sehingga bisa secepatnya memutuskan apakah perlu mengenakan jaket pelampung atau tidak. Selain itu mata perlu waktu dari terang ke gelap dan sebaliknya, jendela dibuka sehingga mata kita tidak perlu beradaptasi dengan keadaan sekitar. Ini juga menerangkan mengapa lampu kabin dimatikan saat take off/landing walaupun dimalam hari.

Memperhatikan demo keselamatan yang diperagakan pramugari
Setiap pesawat memiliki kondisi interior yang berbeda-beda, misalnya dalam hal letak pintu darurat. Kalaupun sudah sering mendengar, tidak ada salahnya tetap memperhatikan, sekedar untuk mengingat kembali dan bisa mengantisipasi bila terjadi sesuatu. Baca pula kartu prosedur keselamatan yang biasanya diselipkan di kantong tempat duduk depan anda. Yang tak kalah penting, periksa selalu keberadaan life vest yang ada di bawah tempat duduk anda. Jika tidak ada, segera minta ke pramugari.

Jika kita mendengar dan melihat begitu banyaknya kecelakaan, tidak ada jalan lain selain berhati-hati dan waspada saat memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat. Dengan begitu, setidaknya kita memberikan yang terbaik untuk diri sendiri. Perkara apa yang akan terjadi nanti, biarkan Allah SWT yang memutuskan.

referensi : kompasiana.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s